Kisah Bilal bin Rabah memeluk agama islam

Tanggal: Selasa-18-Maret-2025
Bilal bin Rabah adalah seorang budak atau hambah sahaya yang penuh keterbatasan dan penuh penindasan. Bilal bin rabah al habasyi atau yang biasa di panggil Abu Abdillah. Lahir di daerah As-Sarah, sekitar 34 tahun sebelum peristiwa hijrah Nabi SAW. Ayahnya dipanggil Rabah, dan sang ibu bernama Hamamah. Tuan bilal sebelum memeluk agama islam adalah Umayya bin Khalaf.
Pada awalnya, Bilal bin Rabah sering mendengar tentang Rsulullah SAW. melalui tuan dan temanya. Bilal sering mendengar tuannya mengutarakan kebencian, keburukan, tuduhan hingga yang lainnya. Kemudian bilal juga mendengar pengakuan tuannya tentang kejujuran, amanah, serta kemulian Rasulullah SAW. Bilal menangkap percakapan tentang sifat-sifat terpuji yang dimiliki Muhammad SAW, seperti akhlaknya, keberaniannya, dan kecerdasannya.
Bilal mengetahui alasan mereka menentang dakwah Nabi SAW itu; di mana mereka setia akan agama nenek moyangnya, kekhawatiran akan mengancam kaum Quraisy, serta rasa dengki mereka lantaran utusan terakhir Allah SWT muncul di Bani Hasyim, bukan dari kalangan mereka.
Lalu, pada suatu hari Bilal menemukan cahaya kebenaran di jiwanya. Kemudian ia segera mendatangi Muhammad SAW dan berserah diri. Tak lama, berita masuk Islamnya Bilal meluas hingga terdengar di telinga tuannya, Umayah bin Khalaf.
Kenyataan bahwa budaknya memeluk Islam, menjadi tamparan keras dan aib yang bisa menjatuhkan kehormatan suku mereka. Dengan keangkuhannya itu, Umayah berkata, "Meski begitu, tidaklah masalah karena matahari yang terbit hari ini tidak akan tenggelam, kecuali bersama tenggelamnya Islam dari budak yang durhaka ini."
Karena tuannya sudah mendengar bilal masuk islam maka bilal pun disiksa oleh tuannya itu. Mulai dari digeletakkan di bara api, padang pasir yang kala itu sangat amat panas dan kekejaman lainnya.
Hikmah nya adalah mengajarkan keteguhan iman, kesabaran, dan keteladanan dalam menghadapi cobaan, serta menjadi inspirasi untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran dan Islam.
Para pembaca yang budiman, Ramadhan inspirasi day 17 adalah seri terakhir dari artikel "Ramadhan Inspirasi 2025" oleh OSIA (Organisasi Santri Ibnu Aqil) Qism Mading & Literasi. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin !!! Wasalam.
Penulis: Guntur mulia phasya
Ketua redaksi: Muhammad Adil