Meneguhkan Semangat Hijrah dan Meluruskan Niat Santri pada Peringatan 1 Muharram 1448 H

Medan — Pondok Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil Medan memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H sebagai momentum untuk menanamkan kembali kecintaan santri terhadap sejarah Islam, kalender Hijriyah, dan nilai-nilai perjuangan Rasulullah ﷺ.
Pada kesempatan tersebut, Al-Mukarram H. Mahmud Shaleh Zakaria, MA, selaku Rois ‘Aam Pondok Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil Medan, menyampaikan tausiyah dan arahan kepada seluruh santri. Beliau mengingatkan bahwa tahun baru Islam hendaknya tidak dilupakan oleh generasi muslim, terlebih oleh para santri yang setiap hari berada dalam lingkungan pendidikan Al-Qur’an dan ilmu agama.
Beliau menasihatkan agar para santri mengenal dan menghafal bulan-bulan Hijriyah. Menurut beliau, santri tidak cukup hanya mengenal kalender Masehi, tetapi juga harus akrab dengan penanggalan Islam. Tahun baru Hijriyah bukan sekadar pergantian tahun, melainkan pengingat terhadap peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah.
Dalam tausiyahnya, beliau menjelaskan bahwa hijrah memiliki makna yang luas. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga simbol kebangkitan dakwah Islam. Melalui hijrah, Islam semakin berkembang, umat semakin kuat, dan risalah Rasulullah ﷺ tersebar ke berbagai penjuru.
Al-Mukarram H. Mahmud Shaleh Zakaria, MA juga mengajak para santri untuk memahami bahwa dakwah Islam memiliki sejarah panjang sejak para nabi terdahulu. Dari Nabi Adam عليه السلام, Nabi Nuh عليه السلام, Nabi Ibrahim عليه السلام, hingga Nabi Muhammad ﷺ, seluruh risalah para nabi memiliki tujuan yang sama, yaitu mengajak manusia untuk beribadah, tunduk, dan taat kepada Allah سبحانه وتعالى.
Beliau juga menekankan bahwa momentum tahun baru Hijriyah harus menjadi sarana untuk meluruskan niat, orientasi, dan tujuan hidup. Para santri diharapkan menjadikan masa belajar di pesantren sebagai jalan untuk membentuk diri menjadi pribadi yang saleh dan salehah, mukmin dan mukminah, muslim dan muslimah, serta hafiz dan hafizah.
Selain itu, beliau mendorong para santri agar memiliki cita-cita yang tinggi dan baik. Apa pun profesi yang kelak dipilih, para santri tetap harus menjadikan iman, akhlak, dan kecintaan kepada agama sebagai pondasi utama dalam kehidupan. Melalui peringatan 1 Muharram 1448 H ini, Pondok Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil Medan mengajak seluruh santri untuk meneladani semangat hijrah Rasulullah ﷺ: bangkit memperbaiki diri, menguatkan iman, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, serta siap menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menyambung risalah dakwah Islam.

Apakah artikel ini bermanfaat?
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Berita Lainnya

Pondok Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil Joins the ElevenLabs Impact Program
Baca Selengkapnya
Santri Pesantren Tahfiz Ibnu Aqil Medan Raih Medali Perunggu pada POPKOT Kota Medan 2026
Baca Selengkapnya